Review Film Sesuai Aplikasi (2018)

Belakangan ini memang cukup banyak film yang menceritakan kisah yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari di masyarakat. Salah satunya yang hadir di akhir tahun 2018 lalu yaitu film Sesuai Aplikasi yang menceritakan kehidupan pengemudi ojek online. Film ini bisa dibilang cukup berani berjejer dengan film bagus lainnya di penghujung tahun. Plot cerita terkesan sederhana sehingga terasa lemah, namun beberapa banyolan dari para komika mampu menutupi kekurangan tersebut dan masih mampu menghibur para penonton.

review film sesuai aplikasi

Ya, bisa dibilang karya Andink Liwutang ini tidak segreget film sejenis lainnya, namun tetap ada yang bisa kita nikmati dari film ini. Mulai dari lawakan para komika, pelajaran hidup hingga gambaran kehidupan para driver ojek online. Film Sesuai Aplikasi diangkat dari kisah ojek online yang belakangan ini marak digunakan masyarakat. Dalam hal ini Valentino Peter dan Lolox dipercaya membawakan film ini sebagai pemeran utama. Wah, mendengar namanya saja kita sudah membayangkan dua sosok yang sangat jauh berbeda bukan?

Pras (Valentino Peter) dan Duras (Lolox) merupakan sahabat sejak kecil, tidak hanya berteman sejak di bangku SD, keduanya kerap bermain bersama karena hidup bertetangga. Namun nasib mereka justru jatuh sebagai driver ojek online, yang harus berjuang demi keluarga dan memiliki kehidupan yang layak. Meski sama-sama bekerja sebagai ojek online, Pras jauh lebih beruntung dari Duras. Hal ini dikarenakan Pras memiliki wajah yang tampan dan postur tubuh yang tinggi semampai sehingga ia selalu mendapat customer yang baik dan ramah. Sebaliknya, Duras sering mendapat pelanggan yang jutek hingga akhirnya selalu terpinggirkan.

Satu lagi perbedaan yang mencolok di antara keduanya, yaitu Pras selalu mendedikasikan dirinya untuk bekerja dengan baik dan tekun. Hal ini ia lakukan demi membahagiakan istri dan ibunya. Sementara itu, Duras justru sering bermalas-malasan dan banyak tidur.  Padahal ia memiliki adik yang biaya kuliahnya harus dipenuhi. Kehidupan mereka sebagai driver ojek online mulai terganggu saat Sakti (Ernest Prakasa) memaksa mereka untuk mengambil barang curiannya yang dibawa tanpa sengaja oleh Sofiyah (Titi Kamal).

Film ini memang memiliki plot yang sederhana dan mudah ditebak, sebagian orang yang menonton mungkin akan merasakan “udah, gitu aja?” saat menontonnya, namun komedi recehan yang segar dari para comedian cukup menutupi kekurangan tersebut. Cerita utama juga menjadi kabur di tengah film, karena kehidupan ojek online yang seharusnya banyak ditampilkan justru tertutupi dengan adegan pengejaran barang curian tersebut. Sehingga karakter utama tertutupi dan menjadi bias, ditambah alur cerita terasa terburu-buru dan terkesan dipaksakan.

Untuk para pemeran, akting mereka kebanyakan terasa lemah, namun tetap mampu menghibur penonton. Beberapa artis lainnya yang turut mensukseskan film ini yaitu Astri Welas, Dayu Wijanto dan Ovi Sovianti, dimana kehadiran mereka memberikan kesegaran pada alur cerita. Ada banyak adegan lucu yang bisa kita saksikan, namun ada secuil adegan yang membuat kita merasakan haru. Oh iya, di film ini juga ada cameo yang muncul loh, lumayanlah untuk menghibur penonton yang mungkin merasa sedikit bosan. Yah, bagaimanapun, film ini masih layak untuk ditonton, untuk mengisi waktu luang dan menyegarkan pikiran dari rutinitas yang menjenuhkan.